Gowa, sulut.kpu.go.id - KPU Sulut menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia melalui Learning Management System (LMS) Kepemiluan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (PKSDM KPU RI) di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (1/4). Dalam kegiatan ini KPU Sulut diwakili oleh Anggota KPU Sulut Divisi Sosdilklih, Partisipasi Hubungan Masyarakat dan SDM Awaluddin Umbola dan Kepala Bagian Perencanaan, Data, Informasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Winda Tulangow. FGD ini menjadi forum strategis dalam rangka memperkuat kapasitas dan kompetensi SDM penyelenggara pemilu melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai platform pembelajaran berbasis digital yang masih sementara dalam proses pengembangan. Platform ini nantinya akan dimanfaatkan oleh Komisioner KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten / Kota. Sehingga pada kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan arah kebijakan pengembangan SDM di lingkungan KPU secara berkelanjutan. Kegiatan dihadiri dan dibuka oleh Anggota KPU RI, Parsadaan Harahap bersama Idham Holik yang didampingi Kepala PKSDM KPU RI Ilham , Dalam sambutannya, Harahap menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung peningkatan kualitas SDM kepemiluan. Menurutnya, pemanfaatan LMS merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan dinamika penyelenggaraan pemilu yang semakin kompleks. Pada sesi pemaparan materi, narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), Dr. Bayu Hikmat Purwana, memperkenalkan model pembelajaran berjenjang sebagai bagian dari penguatan sistem pengembangan kompetensi. Sementara itu, Dr. John Fresly Hutahayan turut memaparkan pentingnya adaptasi teknologi informasi dalam meningkatkan kapasitas penyelenggara pemilu. Anggota KPU Sulut, Awaluddin Umbola, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif yang komprehensif dalam pengembangan kapasitas SDM berbasis digital. “FGD ini sangat penting sebagai ruang penguatan kapasitas SDM, khususnya dalam memanfaatkan LMS sebagai sarana pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan. Ke depan, kami berharap implementasi LMS dapat semakin optimal dalam mendukung profesionalitas penyelenggara pemilu,” ujar Umbola.